Mencari Energi yang Hilang dalam Dakwah

Inilah jalan kami untukmu kader dakwah pada awalnya….

“maka, jika antum memutuskan untuk menjadi aktivis dakwah, bersiaplah menghadapi banyak tantangan, karena menjadi aktivis dakwah berarti terlibat dalam suatu proses perjuangan seumur hidup….dan jika ternyata semua ujian dan tantangan itu terlalu kuat dan tidak mampu lagi antum atasi, maka bersiaplah sejak awal untuk menerima kenyataan bahwa antum gagal sebagai aktivis dakwah”

Jiwa manusia tak ajuh beda dengan anggota tubuh yang lain. Tangan akan lelah jika terus mengangkat, kaki akan pegal saat terus berlari, mata akan berair jika tak berhenti menatap. Dan jiwa akan lelah saat semangat kian surut.

Ada sesuatu yang aneh dirasakan Ka’ab bin Malik. Entah kenapa, sahabat yang begitu dekat dengan Rasul ini merasa enggan untuk segera berangkat bersama yang lain menuju Tabuk. Padahal, hampir tak seorang pun luput dari perang besar ini. Semuanya siap ikut, walau hanya memberikan sumbangan yang mereka punya. Ada apa dengan Ka’ab?
Selama ini hampir tak satu pun peluang jihad disia-siakannya. Tapi di Tabuk ini, ia merasa kalau lading gandumnya yang sedikit lagi panen benar-benar menyibukkannya. Ah, nanti saja, akan aku kejar rombongan Rasulullah. Nanti, dan nanti. Akhirnya Ka’ab benar-benar tertinggal hingga peperangan itu berakhir.
Mungkin, bukan hanya Ka’ab yang sempat merasakan keanehan itu. Kita pun secara sadar atau tidak, pernah merasa ada sesuatu yang mengganjal. Semangat untuk aktif tiba-tiba mengendur, dan keasyikan pun muncul saat diri Cuma berperan sebagai penonton.

Amanah terembankan
Pada pundak yang semakin lelah.
Bukan sebuah keluhan,
Ketidakterimaan,….keputusasaan.
Terlebih surut langkah ke belakang.
Ini adalah
Awal pertempuran
Awal pembuktian
Siapa di antara kita yang beriman.
Wahai diri, sambutlah seruannya
Orang-orang besar lair karena beban perjuangan
Bukan menghindar dari peperangan.

Sekali lagi, kualitas keimanan kita sangat berpengaruh terhadap kekuatan dalan mengemban amanah dakwah ini. Ia akan mampu meneguhkan jiwa dalam menghadapi segala penderitaan, lulus menghadari fitnah, dan teguh di atas al-haq, di mana pun kita berada. Di antara kita ada yang diamanahi di lahan-lahan dakwah yang cukup subur dan hijau, pun tak sedikit yang mendapatkan lahan garap yang terasa sungguh gersang. Namun…di mana pun itu,hendaklah tiap diri menyempurnakan apa yang diamanahkan kepadanya dan bersabar atas kesulitan yang menerpa perjalanannya.

“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan…….” (QS 22:78)

Ka’ab bin Malik memang pernah mengalami surut semangat dalam dakwah dan jihad. Tapi, sahabat yang mulia ini memohon ampun pada Allah karena kekhilafannya, walaupun ampunan itu mesti ia tebus dengan dikucilkan kaum muslimin selama empat puluh hari.

Sudah bukan saatnya, ketika perbedaan karakter menjadi satu hal yang menghalangi amal dakwah kita.
Sudah bukan jamannya, saat semangat dakwah kita bergantung mood dalam diri kita.
Sudah bukan waktunya, jika kita hanya memilih menjadi penonton atas perjuangan dan pengorbanan saudara-saudara kita menegakkan risalah ini.

Berlomba-lombalah!
karena dunia ini adalah arena pertarungan
Bersegeralah!!
karena sejarah tidak pernah menunggu kita
Bekerjalah!!
karena hanya mereka yang berusaha keras yang akan mendapatkan
Berangkatlah!!!
karena diam di tempat tidak akan mengubah keadaan.

Dan, cukuplan keikhlasan menjadi saksi atas setiap aktivitas amal kita, setiap kerja-kerja dakwah kita.

“…….barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk. Lalu Allah Ta’ala akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban dakwah ini” (Hasan Al Banna)

Sudah seharusnya kita mengambil peran dalam perjalanan panjangini,,meski jalannya mendaki dan tak berujung. Namun apa yang dijanjikan-Nya sebagai balasan bagi orang-orang yang memilih jalan ini, akan menghapuskan segala lara dan lelahnya jiwa. Sungguh, pengorbanan kita tidak sebanding dengan nikmat surge yang telah Allah janjikan.

Dakwah tidak bersama orang yang terburu-buru memetik buah sebelum masak, tetapi ia tidak pula bersama orang-orang yang hanya menunggu tapi tidak menanamnya.
Dakwah tidak bersama orang yang terburu-buru memetik kuncup sebelum mekar, tetapi ia tidak pula bersama orang-orang yang menunggu kuncup tapi tidak merawatnya.
Dakwah tidak bersama orang yang berlebihan, tetapi ia tidak pula bersama orang yang enggan dan tidak berbuat sama sekali.
Dakwah tidak bersama orang yang bertindak tanpa perhitungan, tetapi ia tidak pula bersama orang-orang yang terlalu takut untuk berbuat.
Dakwah tidak bersama orang yang mempersulit diri, tetapi ia tidak pula bersama orang yang menganggap enteng dan meremehkan.

-recompose dari sebuah tausiyah-

Iklan
Categories: dapat dari luar, Hamasah! | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: