Cerita Ramadhan

Tahun Pertama

Penatnya masa-masa MOS belum hilang ketika harus bersiap menyambut bulan mulia. Puasa pertama di rantau terasa berat. Yang biasanya semua telah tersedia kini harus terlebih dulu berusaha. Alhamdulillah, temen kos cukup friendly, antri di waktu buka dan sahur menjadi rutinitas yang makin mengakrabkan kami.

Masih menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), masih belum banyak aktivitas dan belum banyak teman.  Hari-hari dilalui berteman TV, buku diktat, dan diary. Tak jarang  butir air mata mengalir ketika senja tiba, merindukan kebersamaan dengan ayah bunda.

Separuh Ramadhan… mbak AAI dan moderator kajian pagi menginfokan adanya I’tikaf di masjid kampus, di 10 hari terakhir nanti. Berniat  ikut, 1-2 malam saja…karena mudik tentu lebih menarik…

Tahun kedua

Dari kupu-kupu bermetamorfosa menjadi kura-kura. Kebiasaan hanya melangkah di dua zona (kos-kampus) kini melebar, setidaknya makin familiar dengan mbak-mbak aktivis dan menikmati menu Kuliah-rapat (kura-kura).

Beralih dari kos lama yang ‘biasa’ menuju komunitas yang luar biasa, semoga amal baiknya lebih terjaga.

Ramadhan tahun ini banyak dihabiskan di kampus. Buka bersama kelas, angkatan, jurusan, HMJ, SKI, BPPI, KEI, dusbin, komunitas daerah asal, dsb. Yang menarik, ada undangan buka bersama partai, padahal saat itu belum tertarik, baik dengan jargon ‘tetap study tetap peduli’ maupun ‘ menuju masyarakat FE yang islami’.  Akhirnya kami berlima tidak memenuhinya. Saat itu pula bersama tim redaksi majalah kami, ‘Berpijak nurani merentang  visi’, mencoba menangkap momen, hingga lahirlah bulletin Imtiyaz bertema “30 hari mencari cinta”.

Tahun lalu hanya dapat 2 I’tikaf, tahun ini semoga minimal 3. Ternyata, mendapat hadiah membantu panitia di sana. Alhasil harus mengikhlaskan mudik di H-3.

Tahun ketiga

Kuliah makin padat, tapi banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman KEI dengan ‘Toward new Indonesian economics with Islamic System’ , squad Accounting Society, juga Kabinet Bercahaya yang hebat.. menyiapkan osmaru, magang, makrab, seminar akhir tahun, dll.

Di sisi lain, tiada hari tanpa buka bareng, karena UKM bersama-sama mencoba menghijaukan kampus abu-abu dengan rangkaian agenda Ramadhan. Kajian rutin sore, silaturrahim UKM, buka bersama fakultas membuat bulan suci terasa cepat pergi.

Tahun keempat

Sejak kembali ‘Merajut ukhuwah tegakkan dakwah’ dalam barisan BPPI, garis edar meluas dari lingkup fakultas ke universitas. Begitu pun, makin banyak  saudara  yang turut membagi  semburat pelanginya. Terlebih setelah tergabung dalam t*km*r*h NH, tiada hari tanpa masjid kampus, tiada hari tanpa ifthor (gratis) dan lebih banyak mengisi Ramadhan di sana. Dan sudah saatnya mulai melirik scriptsweet (baca: s-k-r-i-p-s-i)

Menemukan seni baru tentang ikhlas, di mana yang ada adalah kerja dan kerja, tak perlu banyak kata. Tahun hiruk pikuk, hingga di  10 hari terakhir yang masih hiruk pikuk, namun tetap coba focus mengais maghfirah-Nya.

Tahun kelima

Batang usia di kampus makin meninggi, yang seharusnya tidak hanya melirik-lirik namun sudah harus menuntaskan menggarap scriptsweet.  Di sisi lain, masih tetap bersama para pejuang menyemai peradaban Islam AAI, ‘menuju kampus yang edukatif dan religius’.

I’tikaf luar biasa bersama tim yang tak kalah luar biasa…belajar menelan makin banyak pil jiddiyah, tadhiyah, …siang malam berjibaku di masjid kampus..

Tahun keenam

Menjadi bagian dari keluarga kecil besar LAZ kampus, yang menjadikan Ramadhan sebagai momentum lebih peduli dan berbagi. Persiapan jauh-jauh hari untuk maksimalisasi penghimpunan, optimalisasi pemberdayaan, dan akuntabilitas yang lebih professional.

****

Banyak cita yang digantungkan di langit Ramadhan tahun ini, agar menjadi Ramadhan terakhir dalam beberapa hal….terakhir berstatus mahasiswa, terakhir menikmati Ramadhan di kota bengawan, terakhir dalam……….., terakhir……………

Bagaimana kabar bait-bait doa itu, Kawan? 🙂

Tak terasa hampir menjumpai ramadhan ke-7 di kota ini.

Yaa Rahman.. sampaikan kami di bulan mulia itu kembali, dalam kondisi iman yang kian meninggi..

Iklan
Categories: Jejak Pelangi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: