Kasih Sayang Tak Pernah Pudar

Akhir pekan kemarin sy kedatangan tamu istimewa. Entah rasa apa yang menelusup di dada hingga sy tidak bisa mendefinisikannya *aslibukanlebay*

Surprise…beliau berdua menjenguk kami. Rela menempuh perjalanan yang tidak dekat, berpanas-panas ria, dengan buah tangan yang tidak sedikit. Tengah hari sampaikah mereka, mengeluarkan bawaan yang subhanallah banyak…mulai dari beras, pisang, telur, kecap, minuman jahe kemasan, kacang, jajan apsar, ikan lele, sampai pembuka bolol. Mungkin kalau bisa membawanya, pasti akan lebih banyak dari itu.  “Siapa tahu akan bermanfaat”, selalu begitu pertimbangan ibu. Selalu, tidak jauh beda ketika sy hendak puang dari rumah, beragam bawaan sudah beliau siapkan, bahkan untuk hal kecil, yang sering saya anggap sepele dan tidakjadimaumembawa, karena sy pikir “Beli di sana juga ada, ngapain repot-repot bawa” semisal sabun cuci, pasta gigi, dsb. Tapi kata ibu, “daripada beli, ini ada.” Hm…

Hanya semalam beliau berdua di rumah, tidak cukup untuk menekuri lebih dalam telaga kasih sayang itu.

Ada sedikit penyesalan karena merasa kemarin tidak bisa menjamunya dengan baik.. tidak memasak sesepecial masakan ibu kalau sy pulang (krn memang gak bisa masak), tidak menyediakan jajanan kesukaan, terkesan ‘nganggurke’, sering disambi pergi-pergi, dan tidak membawakan buah tangan sebagaimana biasanya mereka menjejali kami dengan oleh-oleh.

Sy pun lalu meng-sms-nya, minta maaf atas segala ketidakberkenannya selama beliau berdua mengunjungi kami. Katanya, ”Gak papa, bapak ibu seneng, udah lega bisa ke Solo, sehat-sehat semua. 2 minggu lagi ibu tunggu di rumah”

Ah…sampai kapanpun bakat mellow sy  akan menemukan aktualisasinya, bahkan mencapai klimaksnya, ketika mengingat mereka, bapak dan ibu.

Teringat percakapan dengan seorang dosen beberapa waktu lalu [dosen inspiratif, yang dengan keterbatasan fisiknya beliau mampu menyelesaikan studi magister dan doktoralnya di Australia-pent]

“Nih mbak, saya masih dibawain bekal sama ibu saya. Pagi-pagi udah masak, padahal sudah bilang kalau ada 2 rapat, dan kalau rapat biasanya dapat makan. Yah..sampai sekarang saya masih dianggap little girl sama ibu

Iklan
Categories: Jejak Pelangi | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Kasih Sayang Tak Pernah Pudar

  1. nderek langkung mb indah…
    hampir setiap anak perempuan (meskipun sdh dewasa) juga merasa msi dianggap a little girl, tapi itulah ekspresi cinta orang tua kita
    *sesama tetangga harus saling mengunjungi yach ^’^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: