Indahnya Cahaya

210 hari menuju 20

Larut yang telah menggelayuti malam tidak membuat kami menghentikan diskusi. Di sudut ruang yang tidak terlalu luas, sy dan dia masih saja bercerita, tentang kapan dan siapa, bagaimana, apa selanjutnya. Sejak lama saya terpesona padanya. Bukan, ini adalah tentang kekaguman. Tentang 1 tahun usianya yang lebih muda dari saya, 1 tahun purna studinya yang lebih cepat… tapi semoga tak perlu 1 tahun lebih lambat dari apa yang menjadi rencanya di awal Juli itu. Berkali dia meyakinkan sy akan sebuah ikhtiar, tidak sama dengan kenekatan, dan berpuluh kali sy sadarkan ia pada sebentuk nyata, sebuah keseriusan yang harus ia tunjukkan, karena semua bukanlah sekedar dongeng yang tertelan asap. Hingga dia terlelap, dan sy hanya baru setengah jalan menuju lelap saat HP berdering dari guru kami. Terhenyak, sedetik kemudian istighfar dan takbir turut terucap. Sepenuh yakin, sy merasa langit sedang beretorika.

93 hari menuju 20

Sekian waktu yang lalu sy tertarik untuk membaca sebuah buku, dan kini merasa ada keinginan yang sama untuk itu. Tidak hanya membaca, tapi juga ingin memiliki. Barakallahu laka, demikian judulnya.

92 hari menuju 20

Gelisah yang sedari kemarin menghimpit terasa makin menyesak. Menjadikan keputusan untuk pulang makin bulat, menemui wajah teduh ibu dan mendengar nashat-nasihat bijak bapak. Meski harus kehilangan saat indah di awal 10 malam terakhir kala itu.

Tiga puluh menit sebelum berbuka, dering telfon mengiringi aktivitas sy menemani ibunda. Sang guru, menghantar kabar.

Menatap langit selepas maghrib, mengumpulkan kekuatan tuk sampaikan. Subhanallah, di luar dugaan, mereka berdua sangat wellcome.

91 hari menuju 20

Esok paginya sy tepati janji, meski beriring banyak keraguan, menguatkan hati untuk sebuah anggukan.

90 hari menuju 20

Kembali harus berjuang, bersama rasa takterdefinisi. Kiranya mata air indera tak ingin berhenti mewakili ekspresi. Malam melarut, termohonkan pinta untuk melihat kejora dalam dekat.

89 hari menuju 20

Maha Besar Allah, kemudahan dan keajaiban bersilih datang memantapkan. Melihatnya pagi itu, entahlah, bukan karena ilmunya apalagi parasnya, tapi pada doa yang terjawab sangat cepat.

63 hari menuju 20

Hari yang dinantikan setelah sy hampir berkesimpulan untuk menjadikan semuanya pemanis jalan karena ketidakpastian. Nyatanya, Dia hanya meminta sy sedikit bersabar.   Kali pertama kami saling menyapa. Makin menguatkan bahwa pengukur kesiapan paling utama adalah Dia.

55 hari menuju 20

Subhanallah, walhamdulillah…tak cukup beratus kali mengucap syukur. Kunjungan pertamanya ke rumah ia merupakan babak baru kesekian untuk sy. Ya, khitbah.

Tanggal aqad belum ditetapkan, sebagai perkiraan adalah akhir bulan kesebelas atau awal bulan keduabelas.

Sehari kemudian tercetus usul, karena tertarik pada 2011 2011 yang demikian cantik. Ternyata kami punya rencana yang sama. Untuk selanjutnya tugas besar bagi kami untuk fokus pada 20.

47 hari menuju 20

Hari-hari maraton yang melelahkan, berlari mempersiapkan banyak hal. “Terlalu mendadak”, komentar beberapa orang. Juga karena bagi kebanyakan orang bulan ini bulan baik untuk sebuah prosesi.

Akhirnya terputuskan mengubur angka indah itu. Pengunduran sepekan, Insya Allah tepat di tahun baru, akan bermakna lebih dalam nantinya.

7 hari pasca 20

Barakallahu laka wa baraka ‘alayka wajama’a baynakuma fii khoir….doa tulus yang mengalir menghujani kami.

Syukur tiada terperi, sahabat hati kini tlah ada di sisi. Dialah qowam, dialah imam, dialah panutan.

Suamiku, meski masih jauh dari sempurna untuk menjadi seorang istri, satu pinta yang semoga layak kubisikkan.. 

‘Kemudikan sampan ini menuju kemuliaan hakiki, di dunia hingga ke surga-Nya nanti’

#Khairunnas anfa’uhum linnas, kalimat yang sama-sama ada di blog kita :)

Mari jadikan kebersamaan ini sebagai sarana saling mendahsyatkan..di hadapan Allah

Iklan
Categories: Jejak Pelangi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: