Tahun Baru Kami

Tahun baru yang berbeda dengan lainnya.

Klise sekali ketika sy menulis hal itu. Karena tentu tiap masa memiliki cerita yang berbeda, demikian pula tiap diri yang menjalani hari demi hari.

Lama tak bercerita..

Singkatnya, tahun baru ini bertepatan dengan 1 tahun usia keluarga yang kami (saya dan suami) bangun. Tak terasa waktu demikian cepat berlalu..rasanya baru kemarin..belum pula melakukan apa-apa, pun belum bias dikatakan ma’rifah dengan imamku sekarang. Masa yang berat ketika 3 bulan pasca akad kami harus menjalani hidup dalam jarak..dan tak terasa pula sudah 9 bulan terlampaui. Bisa? Bisa…nyatanya kami sampai juga pada hari ini *hal lain off the record ya J *

Mengingat masa lalu seringkali menimbulkan sensasi tersendiri. Dan sy menyukainya. Sangat. Namun bukan berarti sy ingin mengabaikan pengingat dari teman berantem sy agar tidak membiasakan hidup dengan masa lalu. Ya..sy sepakat, karena milik kita adalah masa depan. Tapi, sah-sah saja kan ketika ingin menjadikannya spion penunjuk arah?J

Satu tahun..belum cukup membuktikan bahwa sy bias menjadi istri sempurna. Jauh..masih jauh. Menjadi istri yang baik saja masih sulit. Jika ingat kecerobohan sy, yang baru 3 hari menjadi istri sudah memecahkan parfum hadiah dari temannya di Korea (semoga dimudahkan rizkinya shg bias beli lagi ya honey..) Atau kelalaian sy tidak menyetrikakan baju seragam..ah..jangankan menyetrika..jadwal seragamnya pun sy lama menghafal. Juga ketidakpiawaian sy menyetrika hingga licin, atau ketidaktlatenan sy untuk memilah baju dan memberi perlakuan tertentu pada tiap jenis cucian.  Memasak? Masih standar..bahkan masak mie sj masih lebih enak buatan suami. Dan hal paling sering sy lupa: mencuci kaos kakinya.

Aah…belum lagi jika ingat kembali hadits Rasulullah, bahwa wanita dinikahi karena 4 hal, di mana posisi sy?  Keluarga sy bukan keturunan ningrat. Bapak memang cukup terkenal..terkenal di lingkungan RT. Cantik? Tidak perlu dijelaskan karena standar kecantikan memang berbeda. Yang pasti, sy bukan sosok seperti Oki Setiana Dewi, Zaskia, atau mungkin para finalis Putri Indonesia. Dari sisi harta, sy masih sering iri melihat orang-orang bias bersedekah sedemikian banyak dan kontinyu. Bukan brmaksud tidak bersyukur, tapi semua memang biasa-biasa saja. Jadi benar bukan kesimpulannya…sy termasuk wanita dengan 0% pesona T_T

Dalam menjalani hari-hari berat pun, sy belum cukup dewasa. Masih sering mengeluh, merajuk, atau mengirimkan kabar-kabar kurang menyenangkan. Padahal, bukankah kondisi sy di sini jauh lebih nyama daripada suami di sana? Yang masih harus beradaptasi dengan ritme, menyesuaikan diri dengan cuaca, membiasakan lidah dengan masakan minim rempah atau diragukan kehalalannya, juga kesulitan shalat berjamaah..bahkan pernah harus shalat di teras restaurant dengan posisi membelakangi kiblat. Dan satu hal yang diminta: ‘segera lulus, agar bias segera menyusul’ saja belum juga sy penuhi.

Allah…jika di awal sy mengenalnya merasakan diri bagai lumpur yang tidak pantas bersanding dengan bintang yang terang, mengapa lumpur itu tak jua bertransformasi menjadi bentuk yang lebih rupawan dan menghadirkan berlipat manfaat?

Terima kasih telah menghadirkannya dalam hidupku, menjadikannya imam yang kan menuntun ke jalan cahaya yang makin terang, membawa pada kemuliaan abadi. Mampukan sy untuk senantiasa lebih baik pada tiap pusaran waktu..dan tidak lelah untuk selalu berusaha menjadi shalihah.

*Teriring doa, semoga keluarga kami senantiasa dilimpahi keberkahan, dikuatkan untuk mampu menebar kemanfaatan, juga diberikan sabar dan asa untuk menggapai kemuliaan di dunia hingga akhirat.

cc

Iklan
Categories: Jejak Pelangi | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Tahun Baru Kami

  1. Sonia Atika

    aamiiin…
    semua akan ada hikmah yg bisa diambil.. saat2 berat pun justru malah jadi guru terbaik kelak.

    just enjoy it… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: