Daurah Muslimah, Bekal menjadi Da’iyah yang Membumi

Bertempat di aula hotel Kusuma Kartikasari, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surakarta menyelenggarakan daurah muslimah pada hari Ahad, 27 Januari 2012. Acara bertajuk “Berinteraksi dengan Lingkungan tanpa Meninggalkan Identitas” ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Aisyah Dahlan dan Mahmud Mahfudz, Lc dan dihadiri oleh 80 orang peserta.

Dalam pemaparannya, Aisyah Dahlan menekankan para muslimah agar tidak melupakan perannya sebagai da’i yang senantiasa mengajak masyarakat ber-fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dengan penyampaian yang baik dan mengutamakan memberi teladan dalam setiap kondisi. Beliau menyampaikan beberapa ciri yang harus dimiliki oleh muslimah da’iyah, antara lain memiliki keimanan yang bisa membangkitkan, selalu beribadah yang dengan ibadahnya menjadikannya takut kepada Allah, taat kepada Allah dan memiliki prioritas amal yang baik, ridha terhadap seluruh takdir-Nya, serta senantiasa bekerja sama dalam rangka menegakkan kewajiban. Peran sebagai da’i harus disinkronkan dengan kewajiban muslimah di rumah, baik terhadap suami, anak, maupun kepada orang tua.

Pada sesi berikutnya, Mahmud Mahfudz, Lc yang merupakan sekretaris komisi E DPRD Jawa Tengah menjelaskan tentang rambu-rambu interaksi muslimah. Beliau mencontohkan hal-hal yang dilakukan para muslimah pada masa Rasulullah SAW, seperti shalat jamaah, menghadiri majelis ilmu, berdebat, sampai berbicara tentang politik dan turut berperan di medan perang. Beliau menekankan agar muslimah bisa tampil dengan tetap memperlihatkan jati dirinya, yaitu dengan menahan pandangan, tidak ikhtilat (bercampur baur), serta tidak berlebihan dalam berhias.

Ori Nako selaku selaku penanggung jawab acara menyampaikan tujuan acara ini adalah  agar muslimah termotivasi untuk berkiprah di masyarakat dengan tetap memperhatikan rambu-rambu ketika berinteraksi. “Harapannya peserta dapat mengambil peran di masyarakat serta lebih peka, paham batas-batas, dan dapat kembali kepada kaidah syar’i ketika dalam praktiknya ditemui beberapa benturan”, tambahnya.

****
Berita ini dimuat di
http://pks-solo.or.id/berita/kiprah-dpd/117-daurah-muslimah-pks-surakarta-menjadi-daiyah-yang-membumi.html

Iklan
Categories: Catatan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: