*random

Bicara tentang pernikahan, barangkali tema ini cukup laris di kalangan banyak orang. Sy bersyukur atas kesempatan yang Allah berikan, dipercaya untuk dinikahi oleh seorang laki-laki shalih. Dan benar, menikah adalah pembelajaran seumur hidup di mana banyak hal yang ditemui dan terjadi adalah bentuk pendewasaan bagi kita. Bersyukur pula Allah member kesempatan untuk menyaksikan satu demi satu sahabat menggenapkan setengah dien-nya, bahkan beberapa tidak hanya menyaksikan, namun diizinkan menemani dari awal hingga akad terucap.

akad

Banyak cerita tertorehkan, yang semuanya bermuara pada sebentuk kesyukuran. Syukur atas segala kemudahan, maupun syukur atas kesabaran melalui medan terjal yang menghadang. Bukankah sabar adalah bentuk kesyukuran di saat kesempitan datang? Beberapa kali pula sy temui sebuah kebesaran hati ketika proses terpaksa terhenti. Berurai air mata, tapi itu tak lama.  Digantikan kekuatan untuk bangkit yang sangat mengagumkan, hingga Allah buktikan janji-Nya. Semua manusia berhak untuk bahagia..hanya butuh waktu, perlu bersabar lebih lama dan bersyukur lebih banyak, hingga dating seorang yang lebih baik baik baginya.

Wah..kok jadi sering nulis tentang tema ini..lebay banget yaa..biasa aja kali.. 😀

Mohon maaf, bukan bermaksud demikian, hanya ingin memperkuat kesyukuran atas anugerah yang Allah berikan. Barangkali, setelah nikmat iman-islam-ukhuwah, nikmat 2 janji memang menjadi hal yang harus disyukuri. Janji setia pada jamaah dan janji menjalin ikatan melalui akad nikah. Sehingga hal ini seringkali menjadikan sy ingin berkontemplasi tentangnya..

Sy bersyukur satu demi satu sahabat sy menemukan imamnya. Saking dekatnya, tak jarang sy rasakan kekosongan di sudut hati ketika mereka menikah. Rasanya ada yang hilang. Entahlah.. mungkin sy bukan orang yang dengan mudah sanggup merasakan sakitnya kehilangan.

Barakallahuma…semoga saudari2ku bahagia dan diberkahi dalam hari-harinya pada sebuah keluarga.

Untuk saudari2ku yang sedang menunggu terlaksananya sunnah bersejarah itu, bersabarlah, masih ada waktu untuk mempersiapkan diri. Semoga diberi kelancaran dan keberkahan di tiap prosesnya.

Untuk saudari2ku yang lain yang masih menanti saat itu tiba, bersyukurlah atas kesempatan tempaan sabar yang diberikan. Masih ada waktu untuk memantaskan diri jika sekiranya saat ini diri ini belum pantas untuknya..atau barangkali Allah masih memberinya waktu untuk memantaskan diri menjadi imammu. Teruslah mendekat, berprasangka baik, dan yakinlah akan manisnya buah kesabaran.

Maafkan ketika hak ukhuwah belum bisa sepenuhnya kutunaikan. Uhibbukum fillah,..

Iklan
Categories: Jejak Pelangi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: