n451h4t

Ceritanya, sy kemarin mengikuti sebuah acara dalam rangka Dies Natalis kampus ke-37. Di sana sy bertemu, dan mengobrol cukup banyak dengan seorang ustadzah. Lagi, sy rakus menghirup aura positif darinya, yang selalu bersemangat dan menggebu. Satu hal yang benar-benar menelusuk dalam dan tajam adalah komentarnya tentang diri sy, yang sekarang melempem, tidak se-semangat dulu.

Sy sadar sepenuhnya, pernyataan tersebut tidak salah. Barangkali ada yang salah dalam diri ini, hingga orang lain pun melihatnya. Setidaknya dalam parameter produktivitas..sungguh..jauuhh sekali dengan masa itu..di mana tiap detik terasa berharga, namun kini terlalu banyak yang sia-sia.

Hingga pagi ini sy menemukan sekumpulan tulisan yang menyayat,

Guru saya berkata, “Berhati-hatilah saat kau lelah, karena iman biasanya sedang lemah dan kau akan mudah marah. Bila kau sudah cukup istirahat dan makan teratur masih juga lelah, itu pertanda lelahmu berasal dari relung hatimu. Obatnya adalah menangis, mengadu kepada-Nya, dan bercengkerama dengan orang-orang yang kau cinta.” 

Jangan pernah membawa uang haram ke rumah walau satu rupiah. “Ketahuilah anakku, setiap makanan haram yang masuk ke dalam tubuhmu, itu membuat ibadahmu tidak diterima selama 40 hari. Barang yang haram juga akan membuat doamu tak di dengar apalagi dikabulkan oleh Tuhanmu. Apabila kita sulit menerima nasehat, sombong, mudah marah, mudah tersinggung, malas, dengki, serakah dan sejenisnya, segera introspeksilah. Jangan-jangan sebelumnya kita mengkonsumsi sesuatu yang haram, sesuatu yang bukan hak kita, sesuatu yang dilarang oleh Sang Pencipta.

Perbanyaklah sujud sebelum subuh. “Anakku, bila kau sering merendahkan diri di hadapan Allah dengan cara bersujud, maka Allah akan mengangkat derajatmu di tengah keramaian. Bangun pagi sebelum subuh itu melatih disiplinmu. Mengapa? Karena kau rela bangun padahal saat itu adalah saat yang nikmat untuk terlelap. Orang-orang yang rela bangun pagi sebelum subuh itu sangat menghargai waktu. Di siang hari, ia juga akan merasa rugi bila kehilangan waktu. Maka saat berjanji ia akan datang atau hadir tepat waktu. Saat berhutang ia akan membayar sesuai janji. Kau akan menjadi orang yang sering lalai bila enggan bangun sebelum subuh. [JA]

Ya..untuk kesekian kalinya, air garam akan terasa biasa saja jika menyentuh kulit yang sehat, tapi berbeda ceritanya jika diguyurkan pada kaki yang terluka ^_^

Iklan
Categories: Jejak Pelangi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: