Jadikan diri dan keluarga akrab dengan Al-Qur’an

Hari Jumat, 1 Maret 2013 kemarin, 90 kader perempuan DPD PKS Solo berkesempatan bertemu dan mendengarkan taujih dari Bu Wirianingsih. Istri dari Mutammimul ‘Ula ini bukanlah sosok yang asing bagi kalangan internal PKS, mengingat kiprah dakwahnya yang pernah menjadi Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) periode 2005-2009. Di samping itu, prestasi yang tak kalah luar biasa adalah keberhasilannya membimbing kesepuluh putra-putrinya menjadi penghafal Qur’an.

ww

Pada kesempatan itu, Bu Wiwi, demikian Ia akrab disapa, menyampaikan pesan agar muslimah membiasakan diri dan mengkondisikan keluarganya, khususnya anak-anak, agar selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an.” Qur’an itu yasiru fii jasadil ummah. Penggerak di tubuh umat. Ia adalah energi yang membuat kita mampu, bahkan harus selalu bergerak. Al-Qur’an hadirkan ketenangan di hati, dan jika hati kita sehat tentu fisik menjadi sehat, segar, dan kelelahan yang ada tidak lagi kita rasakan” paparnya. “Apalagi kita sebagai ibu, harus dipastikan bahwa penguasaan pertama yang dimiliki anak adalah penguasaan terhadap Al-Qur’an. Untuk itu harus dimulai dari kita, ibunya. Harapannya semangat ini akan terus mengalir, tetap lestari sampai anak cucu kita nanti” imbuhnya.

Bu Wiwi pun membagi pengalamannya beserta putra-putrinya selama mengakrabi Qur’an, bagaimana putra ke delapan yang kini berumur 19 tahun didaulat menjadi pengisi muratal pada salah satu produk e-pan Qur’an, cerita dari putranya yang lain ketika dalam suatu forum internasional bertemu dengan seorang anak buta berusia 10 tahun yang mampu menghafal 30 juz, juga pertemuannya dengan istri seorang syaikh di Palestine yang menceritakan korelasi jumlah hafalan dengan pembebanan dalam perjuangan melawan Israel. “Hafalan qur’an adalah syarat mutlak di sana. Jika mereka yang dengan keterbatasan fisik dan situasi kurang mendukung memiliki semangat yang luar biasa dalam mendalami Qur’an, bagaimana dengan kita?” sambungnya.

Ia kemudian memberikan motivasi agar muslimah tidak membatasi diri dengan paradigma sempit bahwa rutinitas pekerjaan domestik menjadi penghambat produktivitas amal dan dakwah kaum ibu. “Kita sebagai wanita harus kreatif. Jangan bayak mengeluh, kerjakan apa yang bisa dikerjakan. Minimal kita pastikan di mana kita hidup dan tinggal tinggal tidak ada yang tidak bisa membaca Qur’an. Kita sebagai ibu, harus mampu mengelola sumber daya menjadi potensi yang besar yang siap kita panen. Sumber daya itu tak lain adalah anak-anak kita. Selalu dampingi, ajari, jadilah pejuang sejati yang bisa dicontoh anak-anak kita. Semua dimuali dari berpikir besar, bahwa ketika mendidik anak tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi, tapi lebih dari itu, kita sedang menyiapkan generasi yang akan berperan dalam sebuah bangunan peradaban Islam. Setelah memahami peran ini, kita buah perencanaan, step by step. Tidak bisa instan jika mau berhasil. Jangan lupa berdoa pada Allah karena anak adalah milik-Nya yang dititipkan pada kita, semoga dilembutkan hatinya dalam menerima wahyu dan terus diberi semangat untuk dekat dengan Qur’an”, paparnya.

***
Berita ini dimuat di sini
http://pks-solo.or.id/berita/kiprah-dpd/135-hj-wirianingsih-jadikan-diri-dan-keluarga-akrab-dengan-al-quran.html

Iklan
Categories: Catatan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: