Daurah Ketahanan Keluarga

Dilatarbelakangi keprihatinan munculnya berbagai permasalahan dalam pernikahan kader, Bidang Perempuan DPD PKS Surakarta menyelenggarakan Daurah Ketahanan Keluarga. Dalam sambutannya, Hastati Pamiluwati, S.H., menyampaikan harapannya agar keluarga dakwah mampu mengoptimalkan peran dalam memberi manfaat kepada masyarakat, yang diawali mensolidkan keluarga.

“Sekarang ini kasus dalam rumah tangga sangat banyak. Memprihatinkan jika permasalahan-permasalahan tersebut tidak dikelola dan berujung pada perpisahan. Apa jadinya jika keluarga kader seperti itu?  Tentu agenda dakwah akan terganggu jika internal (keluarga) bermasalah” jelasnya.

Komunikasi for Harmoni

Pembicara pertama daurah ini adalah Bapak Djatmika. Ia memaparkan pentingnya membangun komunikasi interktif antaranggota keluarga, baik antara suami dengan istri maupun dengan anak. Selanjutnya, komunikasi ini penting dalam interaksi keluarga (inti) dengan keluarga besar.

“Yang harus diingat, setiap manusia diciptakan dengan keunikan dan karakteristik masing-masing, sehingga diperlukan pembiasaan untuk bisa saling memahami. Kuncinya adalah komunikasi. Komunikasi akan menciptakan keharmonisan, yaitu hubungan yang mensinergikan perbedaan dan keunikan menjadi sesuatu yang selaras dan menyenangkan” paparnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa komunikasi meliputi komunikasi verbal dan non verbal. Dalam dalam komunikasi verbal, terdapat empat point penting yang harus diperhatikan, yaitu paham bahasa yang digunakan, memahami konteks sosial budaya, mengutamakan prinsip kerja sama, dan mempertimbangkan kesantunan. Prinsip kerja sama dalam interaksi yaitu tidak berbohong, tidak kurang tidak lebih, nyambung, dan jelas. Sedang dalam komunikasi non verbal, kunci utama keberhasilannya adalah berbagi. Baik itu berbagi problem, berbagi kebahagiaan, maupun berbagi tugas.

Keberhasilan komunikasi dalam keluarga akan tampak dalam penerapannya kepada lingkungan luar pertama, yaitu keluarga besar. “Suami istri itu satu tim dalam menghadapi anak, dan mereka bersama akan menjadi satu tim ketika berhadapan dengan mertua, adik ipar, dan anggota keluarga yang lain” terangnya.

Meretas Rumah Tangga Sehat, Produktif, dan Komunikatif dalam Dakwah

Sesi berikutnya menghadirkan Robi’ah Al Adawiyah sebagai pemateri. Di awal, ummahat yang biasa disapa Bu Vida ini mengingatkan kembali tentang visi pernikahan dan perlunya melakukan peremajaan visi sebagai pondasi pembangun keutuhan rumah tangga. Dengan kembali pada visi pernikahan yaitu sakinah, mawaddah, dan rahmah, kita dan pasangan bisa menciptakan situasi di mana di internal (keluarga) kita solid, dan di eksternal (masyarakat) bisa eksis.

Ia melanjutkan, “setelah me-refresh visi, langkah berikutnya adalah membangun komunikasi dan meneguhkan chemistry sehingga tercipta imunity. Bagaimana tiap pasangan bisa saling bersinergi dalam potensi. Coba kita ingat lagi, siapa suami/ istri kita sebelum menikah, dan bandingkan dengan sekarang ketika telah menikah. Jika dulu masing-masing begitu produktif, memiliki latar belakang aktivis dengan beragam agendanya, maka setelah menikah seharusnya produktivitas itu makin meningkat. Jangan malah sebaliknya. Produktivitas itu bisa menjadi salah satu parameter berkahnya pernikahan kita” .

Ia pun memberikan tips untuk agar pasangan selalu mensyukuri pernikahannya. “Seringkali rutinitas membuat kita jenuh, setiap hari bertemu mungkin menjadikan bosan. Maka sekali waktu kita perlu mengubah suasana. Jika perlu, belilah suasana. Beragam cara bisa digunakan, misalnya makan di luar bersama pasangan, jalan-jalan hanya berdua saja, saling meberi hadiah. Hingga akhirnya tercapai family imunity, kekokohan keluarga. Yaitu antaranggota keluarga yang bisa bersinergi dalam potensi, kompak dalam pengambilan keputusan, dan bertahan dalam ujian kesenangan maupun kesulitan. Problem adalah jalan memahami pasangan,” pungkasnya.

****
Berita ini dimuat di sini
http://pks-solo.or.id/berita/kiprah-dpd/145-daurah-ketahanan-keluarga-kader-pks-solo-strategi-membangun-keluarga-dakwah.html

Iklan
Categories: Catatan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: