Sebulan di Korea

Tidak terasa sudah sebulan sy berada di negeri Kimchi. Jika ditanya betah atau tidak, bagi sy di mana pun sama saja, asal bersama suami *tsaah.

Awal di sini, 2 pertanyaan yang sering diajukkan teman-teman adalah “jam berapa di sana?” dan “lagi musim apa?”. Akhir-akhir ini ditambah satu, “bagaimana keadaan di sana, terpengaruh perang sama Korut ga?”
Well, sekali lagi, Korea tak seindah di film drama. Barangkali yang terbayang adalah hal yang serba asyik, jalan-jalan di istana, berpose dalam Hanbook, mencicip kimchi dan kimbap, bertemu Lee Minho, liat aksi K-Pop, dsb. Hehe, sama sekali tidak. Lagipula sy kemari adalah untuk menuntaskan rindu yang terlajur menggebu menemani suami, menjadi asisten serta koki 😀 Barangkali, luar negeri hanyalah untuk turis. Selebihnya adalah tentang cita, perjuangan, dan penghidupan.
Jika boleh memilih, semua orang pasti mengatakan tempat ternyaman adalah rumah sendiri. Suasana terindah adalah ketika berkumpul bersama sanak keluarga di tanah air tercinta. tidak perlu susah payah beradaptasi dengan cuaca, lingkungan, makanan, budaya, terlebih dulu bekerja keras untuk sekedar bisa makan ^^, harus menempuh berkilo jarak untuk sekedar mengecap ukhuwah, mesti bersabar ketika mendapat perlakuan kurang mengenakka serta miskomunikasi karena keterbatasan bahasa masing-masing . Sy pun berpendapat demikian. Namun, semua yang terjadi tak lepas dari ketentuan-Nya, yang harus kita jalani sepenuh keikhlasan. Alhamdulillah, diberikan kesempatan untuk bertafakur di belahan bumi-Nya yang lain, diberi waktu untuk semakin banyak belajar, dan tentu banyak hal yang membuat kita makin bersyukur. Dann..di tengah banyaknya tantangan, sy tidak menolah jika nantinya diberikan kesempatan untuk bisa menginjak tanah suci, menjelajah benua kanguru, hingga benua biru (aamiin…)

Eniwey, kali ini sy kembali ingin berbagi cerita..
Tentang Keamanan
Sebagai negara maju, Korea Selatan telah menerapkan teknologi hampir di semua ssi kehidupan. Termasuk dalam hal keamanan dan pengamaan, CCTV sangat mudah dijumpai, hampir di semua tempat umum. Di samping itu, kunci pintu di beberapa tempat tidaklagi menggunakan kunci manual, melainkan telah menggunakan sandi maupun scan bagian tubuh. Sebagai contoh di dormitory tempat sy tinggal, di pintu utama untuk memasuki bangunan digunaka kode sandi yang berupa angka yang dimiliki oleh semua penghuni terdaftar, yang dilengkapi dengan scan punggung tangan masing-masing. Sedang untuk kunci pintu kamar digunaka kode angka yang hanya diketahui oleh pemilik kamar.

Gambar

pintu masuk gedung

20120414_171018pintu masuk kamar

Di samping itu, kejujuran dan jiwa besar masyarakatnya patut diacungi jempol. Semisal kita kehilangan barang berharga, misal kartu mahasiswa, alien card (KTP), atau ATM, akan ada orang baik hati yang mengembalikan ketika menemukannya. Dan orang tidak akan begitu saja mengambil segala sesuatu yang bukan miliknya.

Dari segi telekomunikasi, satu orang tidak diperkenankan memiliki lebih dari satu nomor HP. Karena nomor HP akan terintegrasi dengan alien card, sehingga tidak ada yang menjual voucher perdana dengan gencar sebagaimana di Indonesia. Dengan demikian, kejahatan telekomunikasi pun bisa diminimalisir.
Sy kembali teringat ketika sampai di bandara Incheon sebulan lalu, di bagian imigrasi telah terinput data kita lengkap dengan scan sidik jari dan retina, yang nantinya bermanfaat dalam proses kepengurusan administrasi kependudukan maupun lainnya. Barangkali karena ini pula bagian imigrasi sangat ketat memantau foreigner, sebagaimana teman sy yang mendapat panggilan karena ada perubahan data (status pelajar/ pekerja dan kepindahan tempat tinggal) namun tidak melapor.

Uang dan Belanja

Di banyak toko maupun pusat perbelanjaan, uang cash bisa dikatakan minim digunakan.  Masyarakat lebih memilih menggunakan debit card untuk memudahkan transaksinya. Demikian pula ticketing bus (bukan antarkota) maupun busway, digunakan semacam voucher yang bisa diisi ulang sehingga saat menggunakan cukup ditempelkan pada mesin (detektor) yang tersedia.

Barangkali karena kejujuran dan terbangunnya sistem yang baik, di sini bisnis online berkembang pesat. Tidak sedikit perusahaan retail besar menjual dagangannya secara online. Untuk belanja di supermarket, pembeli sangat mandiri; saat membayar di kasir pembeli menurunkan barang kemudian memasukkan kembali ke troly, kemudian mengepak sendiri dengan kardus yang di sediakan di bagian belakang toko. Sebenarnya bisa dengan tas kertas/ plastik, tapi harus membeli, dan tas tsb tidak muat banyak. Oya, untuk mengamankan, saat tidak digunakan troly-troly digandeng dengan rantai, dan ketika akan digunakan pembeli bisa melepaskan rantai tersebut dengan koin 100 won. Nanti ketika selesai digunakan, troly harus dikembalikan dan dirangkai lagi dengan rantai agar koin 100 won tadi bisa kita ambil kembali.

Jual beli secara kredit sering pula dilakukan. Pengalaman suami mengkredit HP, prosedurnya tidak berbelit-belit.  Cukup menunjukkan alien card dan nomor rekening, nanti cicilan akan otomatis dipotong dari rekening kita. Potongan tersebut adalah untuk cicilan HP (include pulsa) tiap bulannya. Sy sampai heran kenapa para penjual berani melepas barang ‘hanya’ bermodal KTP dan nomor rekening, terlebih untuk foreigner yang bisa saja keberadaan di sana tidak lama. Namun kembali lagi, barangkali semua sudah terintegrasi sehingga mudah melakukan pelacakan kepada pembeli tersebut.

Moda Transportasi

Rata-rata masyarakat menggunakan bus, subway, dan kereta api, tidak peduli kelas ekonomi mereka.  Fasilitas umum tersebut bersih dan nyaman. Selalu disediakan space khusus untuk orang tua, ibu hamil, dan penyandang cacat. Di Korea Selatan, transortasi massa memang berkembang sangat baik. Kendaraan pribadi yang dimiliki adalah mobil dan sepeda. Sangat sedikit ditemui kendaraan bermotor roda 2 di jalanan. Kebanyakan kendaraan tersebut digunakan oleh karyawan rumah makan yang menyediakan delivery service.

20120429_085933kereta api (korail)

20120429_085926KTX (kereta api express)

20120408_195648KTX (kereta api express)

20120701_191524bus antarkota

20120411_173531bus antarkota (express)

20120407_114228bus antarkota

20120406_134532bus dalam kota-mirip busway di Indonesia

20120624_153318bus dalam kota-mirip busway di Indonesia

20120416_133316bus kampus-untuk trasportas di dalam kampus

20120606_121947subway

**Note: masyarakat Korsel sangat bangga pada produk dalam negeri. Yang mereka pakai adalah produk lokal seperti merk samsung, LG, KIA, hyundai, daewoo. Jadi, amat sangat jarang ditemukan ada yan menggunakan BB di sini 🙂

Iklan
Categories: Cerita dari Korea, Jejak Pelangi | Tag: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: