iseeng lagiii

Habis stalker grup UNS motherhood, dan selalu ketawa kalau baca postingan bu admin @SoniaAtika yang ini :

Sepertinya lagi trend panggilan “Bunda” di kalangan teman2 yang menjadi ibu baru.
Kalo ditanya kenapa saya tidak ikut2an? karena saya khawatir, kalo nantinya anak2 memanggil saya “Buuund…” yang menoleh malah ayahnya yang marah-marah nda terima..
hehe.. just intermezo..
selamat malam, ibu2 hebat πŸ™‚

*note: suami mb Sonia namanya Pak Harbun πŸ˜€

Dan teringat pula obrolan dengan suami terkait panggilan semacam itu. Nyicil mbahas, hehe.
Dimulai dengan me-list kemungkinan pasangan panggilan kepada bapak-ibu yang kini memang makin beragam. Kalau dulu, di desa kami, trending-nya ya Bapak-Ibu (Jawa) dan bak-umak (Palembang). Di Jawa dikenal pula Bapak-Emak dan Bapak-Simbok (disingkat jadi pak’e mbok’e), setelah sebelumnya Bapa-Biyung *entah di era kapan*
Lalu kami merefer bagaimana keponakan kami memanggil orang tuanya. Di 2 dari 3 keluarga kakak suami dipanggil Ayah-Mama, yang satu Ayah-Ibu. Dan di keluarga satu-satunya kakak sy pun dipanggil Ayah-Mama.
Dan di Korea sy menemukan fenomena baru, di mana yang jadi trending di sini adalah panggilan Abi-Bunda.
Well, ternyata banyak ya opsinya. Mari dirangkum.

.Bapak-Ibu
.Ayah-Ibu
.Ayah-Bunda
.Papa-Mama
.Ayah-Mama
.Papi-Mami
.Abi-Ummi
.Abi-Bunda
.Baba-Bubu
.Papa-Umbu
.Papi-Mama
.Papa-Mami
.Papa-Bunda
.Ayah-Ummi
.Abah-Ummi

Ada yang lain kah?
Kira-kira mau pilih yang mana? πŸ˜€

Iklan
Categories: Jejak Pelangi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: