Hanguko Joa

Alhamdulillah, di bulan Ramadhan ini aktifitas sy bertambah. Yap, mendapat kesempatan les bahasa Korea gratis di kampus suami, 4 kali seminggu @ 3 jam. Dengan semangat 45 sy datang les, daaan..taraa..sy tersedak. Tiba-tiba ingat nasihat suami agar terlebih dulu belajar huruf Hangul secara otodidak agar nanti tidak ketinggalan, namun karena sy males-malesan tidak tuntas belajarnya, sy berpikiran nantinya di les akan diajarin dari awal. Begitu masuk, di hari pertama, songsaenim (guru) lebih banyak menggunakan bahasa Korea daripada English, dan teman les pun rata-rata sudah bisa membaca, sudah pernah les sebelumnya, bahka ada yang sudah di tataran advance. Ingin menangis rasanya, menjadi orang paling ketinggalan sedunia..di saat yang lain sudah cas cis cus saya masih buta huruf 😥
Well, tidak ada yang bisa menyurutkan langkah. Kalau tidak dipaksa belajar pasti tidak akan bisa. Belajar sendiri pun pasti angin-anginan. Saatnya mengejar ketertinggalan, setidaknya bisa membaca walau masih terbata, dan untuk pelajaran di kelas cukup mendengar dan mengikuti, membiasakan lidah untuk mengucap dan mengenalkan telinga untuk mendengar. Sy percaya pengulangan adalah cara yang baik untuk memahami. Bismillah..

Iklan
Categories: Cerita dari Korea, Jejak Pelangi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: