Repost: Perkembangan Anak Usia 2~4 tahun

Perkembangan Anak Usia 2-4 tahun
Pemateri : Chairunnisa Rizkiah, S.Psi

Menurut saya pribadi, perkembangan di usia 2-4 tahun itu paling menakjubkan. Di rentang usia ini, benar-benar terasa kalau anak bukan lagi bayi yang masih kecil dan sudah siap untuk belajar lebih banyak hal baru.

Umumnya dalam ilmu perkembangan, anak rentang usia sampai 36 bulan masih disebut toddler. Toddler itu kurang lebih artinya berjalan dengan masih pelan-pelan dan masih berusaha menjaga keseimbangan. Mirip-mirip pinguin gitu, hehe. Kalau di Indonesia, kita lebih kenal istilah batita (bayi di bawah tiga tahun). Di usia ini, perkembangan motorik yang paling menonjol bisa dikatakan adalah keseimbangan anak sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Di usia 2 tahun umumnya anak sudah bisa berlari dan melompat-lompat. Dalam aspek kognitif, perubahan paling signifikan dibandingkan usia sebelumnya adalah perkembangan bahasa.

Anak di usia 2-3 tahun mempelajari banyak kata-kata baru dan mulai berusaha berbicara. Anak usia 2 tahun sudah bisa bicara dengan 1 atau 2 kata sederhana, selanjutnya berkembang jadi kalimat sederhana dgn 2-3 kata. Sedangkan dalam aspek psikososial, anak sudah mulai berinteraksi dengan anak lain dan terlibat dalam kegiatan bermain. Anak tidak lagi hanya mengenal anggota keluarga tapi juga mulai melakukan kegiatan dengan teman sebaya. Atau setidaknya anak mulai memperhatikan anak lain saat bermain dan menunjukkan ketertarikan. Ada juga anak yang akan lebih dulu menyapa orang lain.

Usia 3-5 tahun sudah masuk ke masa early childhood (masa kanak-kanak awal) atau disebut juga masa prasekolah. Di usia ini anak-anak biasanya sudah mulai terpapar dengan kegiatan yang berhubungan erat dengan akademik, misalnya memegang alat tulis, mengenal simbol (huruf, angka, dll) walaupun tidak harus selalu diikutkan ke sekolah formal. Kematangan motorik, kognitif, dan psikososial pada anak di usia 3-5 tahun ini menunjang kesiapannya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.

Perkembangan motorik kasar dan motorik halus di usia 3-4 tahun ini semakin baik. Pada usia ini, otot anak lebih kuat, keseimbangan lebih baik, dan ditunjang perkembangan kognitif yang lebih advanced sehingga ia bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang sebelumnya masih sulit untuknya. Contoh kegiatan motorik kasar adalah belajar naik sepeda, belajar memakai pakaian sendiri, naik-turun tangga, lari dan lompa. Contoh kegiatan motorik halus adalah belajar memegang peralatan makan, mengambil benda kecil dengan ujung jari, membuat coreran-coretan dan meniru bentuk, serta menggunakan gunting dan lem. Dalam aspek psikososial, anak lebih banyak berinteraksi dengan teman sebaya atau anak-anak lain. Karena perkembangan bahasa mereka juga sudah lebih baik, anak sudah bisa mulai berkomunikasi secara verbal untuk menyampaikan isi pikirannya. Anak juga mulai mengembangkan kemandirian dalam melakukan kegiatan, terutama dalam keterampilan-keterampilan baru yang ia sudah pelajari seperti makan sendiri, berpakaian sendiri, dan mengambil barang sendiri. Dengan kemampuan kognitifnya, anak juga sudah bisa mulai diperkenalkan dengan aturan yang berlaku.

Follow us :
IG : @rumahmainanak
FP FB : Rumah Main Anak
http://www.rumahmainanak.blogspot.com

Iklan
Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: