Repost: Perkembangan Motorik Halus anak 0~2 tahun

Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 0-2 Tahun

Pemateri : Puti Ayu Setiani

Assalamu’alaikum, hari ini giliran saya berbagi materi mengenai motorik halus. Saya mengolah tulisan ini dari berbagai sumber.
Motorik halus mengacu pada pergerakan yang dilakukan oleh otot-otot kecil dari tangan. Bayi akan mengeksplorasi tubuhnya dan dunia sekitarnya dengan menggunakan tangannya. Ketrampilan motorik halus memerlukan koordinasi antara otot-otot tangan dan juga koordinasi dengan penglihatannya. Tahun pertama kehidupan merupakan dasar dari perkembangan motorik halus. Sedangkan dua tahun berikutnya merupakan masa bagi bayi untuk mengasah ketrampilan tersebut. Ketrampilan motorik halus ini tidak hanya merupakan dasar yang membantu anak untuk mandiri, seperti perawatan diri (memakai baju, menyisir, makan menggunakan sendok, dsb), akan tetapi juga merupakan pelajaran penting dalam mengajarkan  problem solving, komunikasi, dan pemahaman terhadap bagaimana tubuh mereka bekerja.
🐥0-3 bulan
Pada periode ini gerakan tubuh bayi kebanyakan merupakan gerak refleks (seperti yang dijelaskan di materi kemarin). Stimulasi yang dapat dilakukan untuk melatih bayi dalam gerak motorik halusnya adalah dengan memanfaatkan refleks menggenggam (palmer grasp). Bunda dapat menyentuh buku-buku jari bayi, dan ketika jarinya terbuka, sodorkan jari bunda agar bayi menggenggamnya. Gerak refleks ini lama kelamaan akan menjadi suatu gerak yang disadari oleh bayi. Posisi tummy time di usia 2 bulan juga dianjurkan karena melalui posisi tersebut, bayi dapat memperkuat bagian punggung, bahu, tangan, serta otot-otot tangannya.
🐥4-6 bulan

Periode ini merupakan periode krusial dalam pengembangan ketrampilan motorik halus bayi. Selama periode ini, bayi akan mulai belajar mengkoordinasikan pikirannya (keinginannya) dan gerakan tangannya. Bayi tidak hanya dapat mengambil mainan dan memasukkannya ke dalam mulut, pada periode ini bayi mulai mampu memegang tangannya, kakinya, dan memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lain.
🐥7-9 bulan
Di periode ini, bayi mulai terampil dalam memegang mainannya. Menggoyang-goyang mainan, membenturkannya, menjatuhkan atau melemparkannya. Di usia 8 bulan ini bayi mulai belajar berstrategi. Contohnya, jika Bunda memperlihatkan sendok di depan wajah bayi secara vertikal, ia mulai tau bahwa ia harus memutar pergelangan tangannya seperti gerakan saat mau berjabat tangan. Jika Bunda menaruhnya secara horizontal, ia akan memutar pergelangan tangannya sehingga mampu mengambil sendok tersebut. Lalu selanjutnya ia akan dengan mudah meraih sendok karena sudah terampil dalam sesuatu yang dinamakan sebagai anticipatory behaviour. Dengan ini, ia mulai belajar bagaimana cara  memecahkan masalah atau problem solving. Di usia 8 bulan Bunda juga mulai bisa memberikan finger food yang sesuai agar bayi dapat mencoba untuk mengambil makanan tersebut dan menyuapnya ke dalam mulut mereka. Messy play juga mulai dianjurkan di periode ini.
🐥10-12  bulan
Pada periode ini bayi mulai mengetahui apa yang ia inginkan dan bergerak di tugas yang lebih sulit. Bayi mulai bereksplorasi di lingkungan sekitarnya, menunjuk objek yang ia lihat atau yang ia inginkan, dan juga sudah mampu menggunakan sinyal tangan untuk memberi tahu Bunda bahwa ia ingin diangkat atau diberdirikan. Di periode ini ia juga sudah mampu untuk bertepuk tangan dan memegang tangan Bunda. Bayi pada usia ini sudah memahami bermacam kata. Bunda dapat meminta anak untuk melakukan tugas-tugas yang melibatkan koordinasi motorik dan pemahamannya terhadap sebab dan akibat, misalnya seperti meremas mainan (kertas, sesuatu yang keras, yang memiliki akibat yang berbeda). Bunda juga dapat menstimulasi anak dengan cara membuat lubang/cekungan di playdough. Hal ini merupakan cara yang cukup baik bagi anak untuk belajar menggunakan jarinya secara mandiri.
🐥12  – 15 bulan
Di usia 12 bulan, Bunda dapat memberikan aktivitas yang mengharuskan anak untuk mengambil benda dan memasukkannya ke dalam kotak. Permainan menyusun juga merupakan sesuatu yang dapat menantang anak. Stimulasi dapat diberikan dengan mengajak anak menyusun balok berukuran kecil sekitar 2,5 cm. Bunda juga sudah bisa mengajarkan aktivitas permainan memasukkan benda dan mengeluarkannya dari wadah. Lalu bisa dilanjutkan memasukkan benda dari wadah satu ke wadah lainnya. Wadahnya juga bisa terdiri dari bermacam ukuran.
🐥15-18 bulan
Stimulasi memasukkan benda ke dalam wadah dapat dilanjutkan. Di usia sekitar 18 bulan bunda juga dapat memberikan aktivitas pada anak dengan menggunakan krayon. Meronce juga sudah dapat diajarkan kepada anak. Bunda bisa memulainya dengan menggunakan pasta yang diwarnai atau manik yang ukuran lubangnya besar dan dengan tali yang cukup kaku atau kuat. Bermain busa sabun dan belajar meniupnya juga bisa dilakukan di periode umur ini.
🐥18- 24 bulan
Di periode usia ini, anak bisa distimulasi dengan permainan memasangkan bentuk dan lubangnya. Bermain puzzle bentuk juga sudah dapat dilakukan di periode ini.
❤Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menstimulasi motorik halus:
💭Berikan tugas dari tugas yang sederhana lalu perlahan meningkat ketika anak sudah mampu menguasainya.
💭Berikan bayi banyak kesempatan untuk belajar mengembangkan ketrampilannya.
💭Dukung bayi dengan menyediakan sarana dan prasarana yang sesuai dengan usianya dan juga aman baginya.
💭Selalu apresiasi setiap usaha yang dilakukan anak agar ia termotivasi untuk terus berusaha dan berusaha lagi.

Sekian dulu materi dari saya, semoga bermanfaat😘

Iklan
Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: