Repost: Perkembangan Motorik Halus anak 2~4 tahun

Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 2-4 tahun

Oleh Chairunnisa Rizkiah, S. Psi.

👋Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, berdasarkan jenis otot yang digunakan keterampilan motorik dibagi menjadi motorik kasar dan motorik halus. Keterampilan motorik halus (fine motor skills) berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot ujung jari serta koordinasi mata dan tangan (hand-eye coordination). tubuh lain yang terlibat dalam kegiatan motorik halus adalah pergelangan tangan, lengan, sampai pangkal lengan atas dan bagian sendi di bahu.
👋Mengapa keterampilan motorik halus penting untuk dipelajari anak, terutama di usia prasekolah dan usia 2 tahun yang merupakan masa transisi menuju usia prasekolah? Ada sejumlah pertimbangan tentang urgensi keterampilan motorik halus yang saya rangkum dari berbagai sumber:
1 Keterampilan motorik halus dibutuhkan anak untuk melakukan self-care (rawat diri). Contohnya, memakai dan melepas pakaian, makan dan minum, membersihkan diri (mencuci tangan, menyikat gigi, mandi).
2Penguasaan keterampilan dalam menggunakan tangan akan menjadi bekal bagi anak untuk mempelajari hal-hal baru lainnya yang ia butuhkan dalam perkembangannya. Kalau saya perlu menyebutnya dengan istilah yang agak lebih keren, keterampilan tersebut menjadi “stepping stone” bagi perkembangan anak di tahapan usia berikutnya. Contohnya adalah kemampuan anak untuk menggunakan stationery (pensil, gunting, penghapus, dll), akan menjadi modal untuk ikut serta dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas. Tidak kalah penting, kreativitas dan imajinasi anak juga semakin berkembang dengan beragamnya kegiatan yang dapat ia lakukan.
3 Berkaitan dengan perkembangan kognitif anak. Kegiatan motorik halus juga melibatkan kemampuan persepsi visual dan kemampuan analisa, misalnya mengamati ciri-ciri fisik benda (warna, ukuran, bentuk), menemukan benda yang tepat, mencari benda yang sama dan berbeda, dan lain-lain. Kemampuan problem solving anak juga dilatih melalui kegiatan-kegiatan yang semakin lama semakin bertambah tingkat kesulitannya. Contohnya, awalnya anak diminta mengambil kancing yang ukurannya cukup besar. Lama-kelamaan, kancing yang diberikan semakin kecil. Dari tantangan yang ia hadapi, anak belajar bahwa untuk mengambil benda yang lebih kecil, ia perlu menjepit benda itu lebih kuat dengan ujung-ujung jarinya, dan ia mungkin hanya perlu menggunakan jari jempol dan telunjuk.
4 Berkaitan dengan perkembangan psikososial anak.
Seperti yang pernah saya tulis tentang perkembangan anak usia 2-4 tahun secara umum, di usia tersebut anak mulai membangun kemandirian. Dengan lebih banyak keterampilan rawat diri, eksplorasi, dan problem solving, anak juga akan lebih percaya diri terhadap kemampuan dirinya.
👋Ada banyak sekali jenis kegiatan yang membutuhkan keterampilan motorik halus. Berikut adalah sebagian di antaranya:
👍Anak usia 2 tahun
🔹Bertepuk tangan
🔹Mengenggam benda dengan erat, dengan dua tangan atau satu tangan. Contohnya, memegang gelas minuman
🔹Mulai belajar memegang benda dengan ujung jari (menjumput)
🔹Menggambar dengan jari (finger painting) dengan cat
🔹Melakukan aktivitas manipulasi dengan alat tulis: membuat coretan (scribble)
🔹Membalik halaman buku dari ujung lembar kertas
🔹Menutup dan membuka wadah, seperti kotak, lemari, dan laci
🔹Menyusun balok ke arah atas (membentuk menara)
🔹Membentuk adonan, paling mudah playdough  
🔹Memasukkan benda ke dalam lubang sesuai dengan bentuknya
🔹Memutar gagang, misalnya anak memutar pedal sepeda dengan tangan dan menarik gagang pintu
👍Anak usia 3-4, selain dapat melakukan kegiatan-kegiatan di atas, juga sudah mulai menguasai kemampuan berikut:
🔹Memasukkan tali atau benang ke dalam lubang, misalnya meronce manik-manik/sedotan dan lacing. Lacing ini dilakukan dengan cara membolongi permukaan benda (misalnya piring plastik, karton, atau papan) dengan lubang-lubang yang cukup banyak, lalu anak ‘menjahit’ benang melewati lubang-lubang tersebut.
🔹Melakukan aktivitas manipulasi dengan alat tulis: menelusuri garis dengan alat tulis (tracing), meniru gambar bentuk dasar (misalnya kotak, segitiga, lingkaran). Sebagian anak juga mulai menulis beberapa huruf capital yang mudah (misalnya I, A, O, T, L)
🔹Mengambil dan menyusun potongan-potongan puzzle sederhana, mulai dari puzzle 4 pieces
🔹Menggunakan peralatan makan (sendok dan garpu, di budaya tertentu belajar menggunakan sumpit)
🔹Menggunakan gunting, menggunting dengan mengikuti garis tanpa terputus
🔹Menempelkan benda ke permukaan material seperti kertas dan papan
🔹Memasang dan melepas kancing, membuka dan menutup resleting, memasang dan membuka velcro
👋Hal yang perlu diperhatikan dalam perkembangan motorik halus anak:
1. Anak belajar untuk menguasai keterampilan secara bertahap. Semakin lama, kualitasnya meningkat dan kegiatannya menjadi lebih kompleks. Saya ambil contoh yang paling sering ditanyakan oleh orangtua: menggunting dan menulis.
Sebelum anak dapat menggunakan gunting, anak perlu belajar merobek kertas. Merobek kertasnya bukan dengan menariknya ke arah samping, tapi menggunakan ujung-ujung jari jempol dan telunjuk (kadang jari tengah juga) untuk merobek kertas ke arah depan dan belakang. Anak juga perlu belajar menggerakkan pergelangan tangannya saat memegang benda. Menggunting membutuhkan keterampilan di kedua belah tangan, yang satu menggerakkan gunting dan yang lain memutar kertas. Selanjutnya anak mulai belajar menggunting garis-garis lurus yang pendek, misalnya di ujung-ujung kertas (membuat ‘renda’ di ujung kertas). Barulah anak mulai menggunting garis yang lebih panjang dan beragam, dan terakhir menggunting bentuk.
Menulis tidak hanya membutuhkan keterampilan jari, melainkan juga otot-otot lengan, bahkan sampai ke persendian bahu. Oleh karena itu, akan lebih baik bila anak mulai menulis/menggambar di permukaan yang luas daripada langsung menggambar di kertas ukuran kecil (A4 atau lebih kecil). Anak akan belajar mengontrol gerakan di persendian bahu dan lengannya. Kalau selalu menggambar di kertas kecil, gerakan otot-otot tersebut justru terbatas dan anak bisa cepat lelah. Makanya bagi anak-anak, lebih seru mencoret-coret papan tulis besar atau dinding karena lebih luas. Jreng jreng, jangan panik ya…Selain itu, anak juga tidak akan tiba-tiba langsung menulis huruf. Ia akan mulai dari membuat coretan acak (scribble), yang makin lama makin jelas bentuknya. Selanjutnya anak bisa mulai mengikuti titik-titik (tracing) garis atau bentuk sederhana (kotak, lingkaran, segitiga). Lama-kelamaan, orangtua bisa mencontohkan cara menggambar bentuk sederhana lalu anak menirunya tanpa tracing. Bila anak sudah menguasai kemampuan meniru gambar bentuk ini, ia akan siap untuk belajar menulis huruf dan angka. Huruf dan angka itu juga adalah bentuk, kan.
2. Pada usia 2-4 tahun, biasanya anak mulai terlihat lebih sering menggunakan tangan tertentu untuk memegang benda. Di sini, mulai muncul handedness, yaitu pilihan tangan yang dominan dan lebih nyaman bagi anak. Sebagian besar anak memilih tangan kanan, namun ada juga yang lebih baik kualitas kerjanya bila menggunakan tangan kiri. Bila orangtua memiliki nilai tertentu, seperti misalnya dalam Islam hal-hal baik seharusnya dilakukan dengan tangan kanan, di usia ini anak masih bisa dilatih untuk lebih banyak menggunakan tangan kanan untuk menggambar, makan, dan lainnya. Tentunya dengan tetap memperhatikan kenyamanan anak.
Ada begitu banyak jenis material yang dapat digunakan untuk membantu anak bereksplorasi dan mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Bahan-bahan yang bisa digunakan tidak hanya produk perusahaan mainan, namun juga yang sering ditemui sehari-hari seperti tepung, garam, pewarna makanan, kerikil, daun-daunan, dan lain-lain. Ibu-ibu di sini sudah super keren lah kalau urusan pemanfaatan bahan. Namun demikian, keamanan bahan-bahan tersebut juga perl diperhatikan. Misalnya, untuk krayon, cat, pensil warna, lem, clay playdough pastikan bahannya nontoxic dan kalau bisa diusahakan beli yang mudah dicuci (washable). Hindari memberikan krayon yang sudah sangat pendek atau bagian mainan yang terlalu kecil pada anak yang masih kecil, terutama yang masih suka memakan apa saja. Di label mainan biasanya ada peringatan “choking hazard”, benda mudah tertelan. Untuk ibu yang suka mengajak anak memasak bersama, tempatkan anak di jarak yang aman dari kompor, tabung gas, benda tajam, atau benda-benda yang bisa jatuh. Bahan makanan yang masih mentah juga tidak semuanya aman dimakan, misalnya adonan yang mengandung telur mentah. Untuk anak usia 2-3 tahun, penggunaan gunting juga masih perlu sangat diawasi. Murid saya dulu ada yang pernah menggunting rambut temannya, padahal gurunya cuma lengah beberapa detik 🙈
👍Terakhir, saya ingin share dua link website yang sangat saya sukai. Di website ini ada banyak ragam kegiatan untuk anak, dan bahan-bahannya secara umum mudah didapatkan. Untuk keterampilan motorik halus, linknya langsung ke sini:  
http://www.prekinders.com/fine-motor-skills/

http://theimaginationtree.com/2013/09/40-fine-motor-skills-activities-for-kids.html
Semoga bermanfaat 👋:mrgreen:
🎨🎨🎨🎨🎨🎨🎨

Iklan
Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: