Repsot: Perkembangan Bahasa anak usia 0~2 tahun

Perkembangan Bahasa Bayi
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Tiga tahun pertama kehidupan saat dimana otak sedang berkembang dan mematang merupakan periode yang  intensif dalam perkembangan kemampuan bicara dan bahasa bayi. Ketrampilan ini akan berkembang baik melalui suara, hal yang dilihat, paparan yang konsisten yang didapatkan dari pembicaraan dan bahasa orang di sekitar bayi.

Tanda-tanda bayi berkomunikasi terjadi ketika bayi belajar bahwa menangis akan membawa makanan, kenyamanan, dan perhatian. Bayi yang baru lahir juga mulai mengenali suara penting dari lingkungannya, seperti suara ibu atau pengasuh utama. Umumnya pada usia 6 bulan, bayi mulai mengenali suara dasar bahasa utama mereka.
Berikut merupakan capaian perkembangan bahasa bayi:
🐣0-3 bulan
Bereaksi terhadap suara keras
Merasa tenang atau tersenyum ketika ada yang mengajaknya berbicara
Mengenali suara pengasuh utama dan menjadi tenang saat mendengarnya (ketika menangis)
Ketika diberi makan (ASI) mulai atau berhenti menghisap untuk merespon suara
Mengoceh seperti “aah”, “uuh” (cooing) dan membuat suara yang menyenangkan
Memiliki tangisan-tangisan khusus untuk kebutuhan yang berbeda (biasanya tangisan ketika lapar, mengantuk akan berbeda caranya)
Tersenyum ketika melihat bunda atau pengasuh utama
🐣4-6 bulan

Mengikuti suara melalui mata mereka
Berespon bergantung intonasi suara Bunda atau pengasuh utama
Menyadari bahwa mainan dapat menimbulkan bunyi
Memberi perhatian pada suara-suara berirama atau musik
Mulai babling (papapa, bababa, mamama)
Tertawa
Melakukan babling ketika gembira atau tidak senang
Mengoceh ketika sendiri atau sedang bermain bersama orang lain
🐣7 bulan -1 tahun
Senang saat bermain cilukba
Menoleh dan melihat asal suara
Menoleh ke asal suara ketika dipanggil namanya
Mulai menyadari nama pengasuhnya dan akan bereaksi ketika nama pengasuhnya disebut
Mulai dapat mengungkapkan persetujuan atau ketidaksetujuan dengan mengangguk atau menggelengkan kepala
Mendengarkan ketika diajak berbicara
Tersenyum dan menangis untuk mengekspresikan perasaan mereka
Memahami kata-kata umum seperti, botol, sepatu, minum
Memberikan perhatian untuk perintah sederhana seperti “No”, atau “Kasih ke Bunda”.
Memahami kata “tidak” namun tidak akan selalu mematuhinya
Babling dengan menggunakan rangkaian suara seperti “tata, bibibi, upup”
Babling untuk mendapatkan perhatian
Meniru beberapa suara
Dapat mengucapkan satu atau dua suku kata di ulang tahun pertamanya (misal, mama, hi, dsb).
Berteriak untuk mendapatkan perhatian
🐣1-2 tahun
Mengetahui beberapa bagian tubuh dan dapat menunjuknya ketika ditanya
Mengikuti perintah sederhana (misal: “lempar bolanya”) dan memahami pertanyaan sederhana (“dimana sepatu adek?”)
Menikmati ketika mendengarkan cerita pendek dan sederhana, lagu, atau alunan irama
Menunjuk gambar, ketika disebutkan, yang ada di dalam buku
Mampu bertanya beberapa pertanyaan mengenai orang atau sesuatu (misal, cicak mana? Pergi?)
Menggunakan dua kata bersama (misal “mau lagi”)
Menggunakan berbagai macam konsonan di permulaan kata
❤Beberapa hal yang dapat dilakukan
💭Mengajarkan bergiliran berbicara yang merupakan aturan sosiolinguistik pertama. Contohnya ketika Bunda mengatakan “Siapa yang pintar?”, Bayi akan berespon dengan suara, lalu Bunda bisa meresponnya dengan mengatakan “Iya, anak Bunda ya pintar”.
💭Dengarkan Bayi, jangan menyela bayi ketika sedang asyik mengoceh, tunggu sampai ia berhenti.
💭Matikan televisi atau perangkat suara lain ketika sedang belajar berkomunikasi dengan bayi Anda.
💭Bacakan buku cerita sederhana ketika tidur. Selain sebagai sarana untuk mengajarkan kata-kata baru, menunjukkan hubungan kata dengan gambar, hal ini juga dapat meningkatkan kelekatan antara anak dengan Bunda.
Karena saya salah mengingat jadwal materi apa yang harus diberikan (yang saya siapkan sebelumnya malah mengenai perkembangan sosial-emosional, 😝), semoga yang singkat dan sedikit ini dapat memberikan manfaat bagi Bunda semua. Mohon maaf atas segala kekurangan 🙏. Semoga bermanfaat 😘
Sumber:
http://www.nidcd.nih.gov

Puti Ayu Setiani

Iklan
Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: