Repost: Perkembangan Sosial-Emosional dan Kemandirian Anak Usia 0-2 Tahun

Perkembangan Sosial-Emosional dan Kemandirian Anak Usia 0-2 Tahun
Oleh: Puti Ayu Setiani

Bayi mulai mengembangkan hubungan dengan orang-orang di sekitar mereka sejak lahir, namun proses belajar untuk berkomunikasi, berbagi, dan berinteraksi dengan orang lain membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan emosi dan perilaku merupakan sebuah proses yang panjang. Anak-anak akan terus mengembangkan ketrampilan sosial-emosiomalnya dengan baik pada saat remaja atau bahkan di usia dewasa muda. Berikut merupakan capaian perkembangan emosi umum bayi:

0-3 bulan

Merasa nyaman dengan orang dewasa yang familiar dengan mereka

Berespon positif ketika disentuh seperti tersenyum

Umumnya akan terdiam ketika diangkat

Mampu mendengarkan suara-suara

Tersenyum dan senang ketika distimulasi secara sosial, misalnya diajak ngobrol

Dapat ditenangkan oleh ayunan (diayun oleh orang dewasa)

3-6 bulan

Berespon ketika namanya disebut

Mampu tersenyum dan tertawa dengan keras

Menangis saat marah, dan mencari kenyamanan (seperti mencari kenyamanan di gendongan bunda)

Suka melihat dan berada di dekat orang-orang yang familiar dengan mereka

Mampu memperhatikan perbedaan antara dua orang berdasarkan penampilan, suara atau rasa  yang dirasakan oleh bayi

Tersenyum pada dirinya sendiri di cermin

Senang melihat bayi-bayi lainnya

6-9 bulan

Di periode ini bayi mulai memperlihatkan preferensi terhadap orang-orang yang familiar dengan mereka. Di periode ini mereka :

Mulai mampu membedakan antara orang yang dikenal dan orang asing, mereka akan merasa nyaman dengan orang yang dikenal dan merasa cemas di sekitar orang asing

Mengekspresikan beberapa emosi seperti senang, sedih, takut dan marah

Mulai memahami ketika perbedaan emosi yang ditampilkan orang lain (misalnya bayi Bunda menampilkan wajah cemberut ketika bunda berbicara dengan nada suara marah)

Memperlihatkan rasa frustasi ketika mainannya diambil

Berespon terhadap kata-kata dan gerak tubuh

Mungkin menghibur diri/merasakan kenyamanan dengan mengisap jempol, memegang mainan khusus atau selimut. (dan masih dalam batas wajar jika masih terjadi di usia 2-5 tahun)

Dapat marah ketika dipisahkan/berpisah dari orang atau orang-orang yang familiar dengan mereka

Merespon atau menyentuh cermin ketika melihat wajah mereka

9-12 bulan

Bahagia ketika melihat wajah orangtua, mainan, atau cermin

Memberikan perhatian untuk perintah sederhana seperti “No”, atau “Kasih ke Bunda”.

Memahami kata tidak namun tidak akan selalu mematuhinya

Menoleh ke asal suara ketika dipanggil namanya

Meniru perilaku (misal melambaikan tangan ketika pergi, pura-pura menelpon)

Mencoba untuk meniru suara atau gerakan wajah

Berkata-kata dengan suku kata pengulangan seperti mama, dada

Berteriak untuk mendapatkan perhatian

Mengoceh

Tersenyum dan menangis untuk mengekspresikan perasaan mereka

Menunjukkan kasih sayang untuk orang-orang khusus dan penting dalam kehidupan mereka

Memiliki keyakinan bahwa kebutuhannya akan terpenuhi (misal jika menangis akan menghasilkan mereka diangkat atau mendapatkan makanan)

Mengekspresikan kecemasan ketika berpisah dengan orangtua atau pengasuh utama

1 – 2 tahun

Mengenali dirinya sendiri di cermin atau foto dan tersenyum karenanya

Mulai mengatakan “no” ketika disuruh tidur atau permintaan lainnya

Meniru tindakan dan kata-kata orang dewasa

Memahami kata-kata dan perintah, dan menanggapinya

Memeluk dan mencium orangtua, orang-orang yang akrab serta hewan peliharaan

Mulai menunjukkan perilaku ingin membantu dengan tugas rumah

Mulai merasa cemburu ketika dirinya tidak menjadi pusat perhatian

Menampilkan rasa frustasi dengan mudah

Mulai bermain dengan atau di samping anak lainnya, namun tidak akan benar-benar berbagi atau bermain bersama sampai usia 3-4 tahun (maka dari itu di usia ini merupakan masa peka bagi anak untuk diajarkan sharing)

Dapat bermain sendiri selama beberapa menit

Bereaksi terhadap perubahan dalam rutinitas sehari-hari (merasa tidak nyaman di tempat baru, dsb)

Mampu berbagi sepotong makanan

Mengembangkan berbagai emosi dan rasa frustasi (mulai tantrum, menunjukkan agresi dengan menggigit, memukul, dsb)

Mulai menunjukkan kemandirian dengan lebih memilih untuk melakukan sesuatu “sendiri” tanpa bantuan.

Secara umum, beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mengembangkan ketrampilan sosial dan emosional anak adalah:

Berikan perhatian yang responsif kepada anak. Perhatian yang responsif ini adalah memberikan dukungan ketika anak sedang “belajar” tentang sesuatu sesuai dengan karakteristik yang mereka miliki. Karakteristik anak dapat diperoleh dengan Bunda mengobservasi bagaimana cara mereka bereaksi terhadap sesuatu, berkomunikasi, dsb. Dengan mengetahui ini Bunda dapat mengetahui bagaimana cara pengajaran terbaik yang dapat diberikan kepada anak.

Asuh anak dengan kasih dan sayang. Kasih dan sayang sudah pasti akan diberikan seorang Bunda kepada anaknya, namun terkadang perasaan kasih dan sayang ini akan menjadi sedikit lebih sulit ketika anak tantrum atau menangis berkepanjangan. Kesabaran dalam menghadapi situasi sulit dan interaksi yang baik akan lebih mampu menstimulasi otak mereka. Cinta dan kasih sayang akan memberikan pesan kepada anak bahwa mereka adalah orang yang spesial untuk kita, dan ketika bayi merasakan bahwa ia dicintai, ia akan mampu belajar untuk mencintai dan memahami orang lain.

Bantu anak anda belajar dengan cara yang tepat. Ajari anak bagaimana cara mengatasi masalahnya dengan baik. Misal ketika anak berebut buku dengan temannya, ajarkan bahwa untuk dapat mengatasi masalahnya (memenuhi keinginannya) ia dapat membacanya secara bersama-sama. Dengan membantu anak-anak bagaimana cara mengatasi perasaan, mengendalikan dorongan, dan membiarkan mereka mempraktikannya maka pada akhirnya mereka akan belajar untuk dapat menyelesaikan konflik mereka sendiri.

Ajarkan anak pengalaman memberi dan menerima dalam suatu hubungan adalah sesuatu yang menyenangkan. Hal ini akan membuat mereka belajar untuk memahami perasaannya dan peduli terhadap perasaan orang lain.

Segitu dulu sharing dari saya. Semoga bermanfaat.

Sumber:

http://www.zerotothree.org

http://www.parents.com

http://www.education.com

psychology.about.com

http://www.kamloopschildrenstherapy.org

Follow us:
IG : @rumahmainanak
FP FB : Rumah Main Anak
Blog : http://www.rumahmainanak.blogspot.com

Iklan
Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: