Repost: Perkembangan Agama & Moral anak 4~6 tahun

Perkembangan Agama dan Moral Anak Usia 4-6 Tahun

Oleh Juditha Elfaj

Meneruskan pembahasan mengenai perkembangan moral dan agama usia sebelumnya ya Bunda, anak pada usia 4-6 tahun mulai banyak bertanya guna mengumpulkan informasi atas sesuatu yang ingin ia ketahui. Nah, masa ini adalah saat yang penuh dengan “Aha” momen untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dengan diskusi yang seru.

Pada anak usia dini perkembangan agama ini identik dengan pemahamannya akan Tuhan, yaitu bagaimana mereka memahami keberadaan Tuhannya. Secara fitrah, manusia meyakini bahwa ada kekuatan yang “serba maha” di luar dirinya. Inilah penghayatan dibidang keagamaan. Apapun agama yang dianutnya. Melalui penghayatan keagamaan ini, manusia meyakini adanya kekuatan lebih dari dirinya. Melalui kekuatan yang maha inilah dia menumpukkan harapannya, ketika ia berharap menyertai atau ketika dia merasa tidak adalagi yang bisa menolong.

Adapun istilah moral atau moralitas mengacu pada suatu kumpulan aturan dasar yang berlaku secara umum mengenai benar dan salah. Yang dimaksud moral adalah bagian dari proses pembelajaran anak atas aturan-aturan dasar.

Lingkungan utama yang mempengaruhi perkembangan moral individu adalah Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Repost: Perkembangan Agama & Moral anak 2~4 tahun

Perkembangan Agama dan Moral Anak Usia 2-4 tahun

Oleh: Chairunnisa Rizkiah, S. Psi

Materi kali ini akan berhubungan erat dengan materi perkembangan kognitif dan psikososial anak usia 2-4 tahun. Jadi coba diingat-ingat, bagaimana kemampuan berpikir anak usia 2-4 tahun, abstrak atau konkret? Sejauh apa pemahaman bahasa anak usia 2-4 tahun? Seberapa jauh kemampuan mereka mengenali kondisi diri sendiri dan orang lain? Apa mereka sudah bisa mengimitasi perilaku orang lain? Apa mereka sudah bisa menilai “baik” dan “buruk”? Sambil baca materi ini, bisa direview lagi ya materi-materi sebelumnya 🙂

Teori perkembangan moral yang paling dikenal adalah teori dari Kohlberg (1969), walaupun ada juga evaluasi terhadap teori ini. Menurut Kohlberg, kemampuan penalaran moral anak-anak yang masih kecil (< 10 tahun) sifatnya masih prekonvensional. Artinya, anak menganggap suatu perbuatan "baik" kalau dia mendapatkan reward dari perbuatan tersebut, dan sebaliknya menganggap suatu perbuatan "buruk" kalau dia dihukum karena perbuatan tersebut. Misalnya, merebut barang milik orang lain itu buruk, kan kalau anak melakukannya dia akan dimarahi. Kemampuan anak untuk memahami, atau mengasosiasikan reward dan punishment dengan ‘baik' dan ‘buruk' itulah kemampuan penalaran moral anak usia dini.

Nah, ternyata, "paham" standard moral di lingkungan belum tentu membuat anak "mempraktikkan" perbuatan yang sesuai dengan standard moral tersebut. Kalau ditanya, "Boleh ga pukul orang?" jawabannya "Ga boleeeeh", tapi sekian menit kemudian ada suara anak lain yang nangis kena pukul #pengalamannyata ^^" Ternyata juga,
Baca lebih lanjut

Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Repost: Perkembangan Agama anak 0~2 tahun

Perkembangan Agama Anak Usia 0-2 tahun
Oleh Puti Ayu Setiani

Di masa perkembangan anak usia 0-2 tahun yang merupakan tahap sensorimotor, perkembangan agama masih belum berkembang dengan baik, karena pada periode ini anak masih mengandalkan inderanya dalam merespon lingkungan sekitar. Akan tetapi, berbagai macam ritual agama, seperti berdoa sebelum tidur atau makan sudah mulai dapat “diajarkan” pada periode ini, yaitu dimana anak melihat orangtua berdoa sehingga nantinya anak akan terbiasa melihat dan menjadikannya sebagai suatu kebiasaan.
Pada masa ini bayi juga belum memiliki kapasitas moral atau agama, tentang benar dan salah, melainkan benar dan salah hanya berhubungan dengan dirinya sendiri. Misalnya ketika ia lapar, Baca lebih lanjut

Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

terkait perkembangan bahasa

AKTIVITAS MAKAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN BICARA SERTA BAHASA

(Konteks Perkembangan Anak dan Sensory Integration)
Makan, bukan hanya bermanfaat untuk perkembangan fisik. Aktivitas makan (mengunyah, mencampur makanan dengan lidah, mengisap dan menelan) juga berpengaruh terhadap perkembangan bicara.
Lho … kok, bagaimana bisa?
Ya, karena perkembangan bicara terkait langsung dengan bagaimana fungsi organ bicara, antara lain rongga mulut, lidah, bibir dan gigi selain juga fungsi organ pernafasan dan pendengaran.
Setiap bunyi akan menggunakan kombinasi beberapa organ bicara tersebut. Misalnya ketika kita menyebut bunyi ‘m’, ‘p’ dan ‘b’ maka kita akan mengatupkan kedua bibir kita dan memberikan tekanan yang berbeda-beda. pada huruf m ada dengungan, sementara b dan p ada tekanan yang diberikan.
Tingkat kesulitan pelafalan huruf juga berbeda, huruf ‘r’ pada umumnya adalah yang paling sulit dilafalkan sementara huruf vokal seperti ‘a’ adalah yang paling mudah.
Baca lebih lanjut

Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Repost: Perkembangan Bahasa anak 4~6 tahun

🎈 Perkembangan Bahasa Anak Usia 4-6 tahun🎈

Assalamu’alaykum warrohmatullahi wabarokatuh, Bunda hebat. Semoga pagi sepertiga terakhir Ramadhan ini kita semua senantiasa istiqomah dan diliputi banyak keberkahan dariNya.
🎈 Hari ini sy insya Allah sy hendak berbagi tentang perkembangan bahasa pada anak usia 4-6 tahun. Tahap ini merupakan masa yang menarik bagi Bunda dan si kecil, karena si kecil sekarang sudah memiliki lebih banyak kosa kata untuk mengungkapkan pikirannya dan keinginannya. Dengan demikian Bunda akan mengerti si kecil lebih baik lagi. Selain itu Bunda dapat tersenyum saat menangkap sekilas dari kepolosan anak-anak melihat dunia saat melontarkan pertanyaan.
🎈Karakteristik perkembang bahasa si kecil
– Berbicara tentang benda, kejadian, dan seseorang yang tak ada di sekitarnya : “Fatih punya mobil-mobilan”.
– Berbicara tentang apa yang dilakukan orang lain: “Bunda sedang memasak di dapur”
– Menambah informasi mengenai apa yang baru dikatakan: “Iya, lalu ia rebut lagi mainanku”.
– Menjawab pertanyaan sederhana dengan tepat.
– Semakin banyak mengajukan pertanyaan, terutama tentang lokasi dan identitas benda atau orang.
– Menggunakan bentuk percakapan yang semakin banyak yang membuat percakapan terus berlanjut: “Lalu apa yang ia lakukan? “Bagaimana dia bisa bersembunyi?”
– Menarik perhatian orang terhadap dirinya, benda, atau kejadian di sekitarnya: “Lihat helikopterku datang”.
– Menyuruh orang lain melakukan sesuatu terlebih dahulu: Baca lebih lanjut

Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Repost: Perkembangan Bahasa anak 2~4 tahun

🌿Perkembangan bahasa usia anak 2- 4 tahun🌿
👧 Oleh Chairunnisa Rizkiah, S.Psi

💬Di materi sebelumnya tentang perkembangan kognitif, saya sudah menyinggung tentang perkembangan bahasa juga. Anak usia 2-4 tahun mengalami peningkatan jumlah kosakata yang pesat, dan mulai lebih banyak mengeksplorasi dunia sekitar mereka dengan bahasa. Pertanyaan “ini apa?” sering muncul seiring bertambahnya kosakata dan kemampuan untuk memahami bahasa. Kata-kata yang sudah dipelajari dan kata-kata baru juga diproses untuk memahami konsep-konsep di lingkungan sekitar mereka.

💬Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Kemampuan seseorang dalam berbahasa terdiri dari dua aspek, yaitu kemampuan reseptif (menerima) dan kemampuan ekspresif (menyampaikan). Kemampuan reseptif adalah kemampuan untuk memproses dan memahami pesan dari bahasa, baik tertulis, lisan, maupun isyarat/gestur. Contohnya adalah anak memahami instruksi “taruh sepatu di rak” dari orangtua. Di sisi lain, kemampuan ekspresif adalah kemampuan untuk menghasilkan suara atau kata secara lisan, isyarat/gestur, atau bentuk tertulis untuk menyampaikan pesan.  Contohnya adalah kemampuan anak untuk menyampaikan kebutuhannya, “Mau minum”.
💬Perkembangan bahasa dan tentunya perkembangan psikososial, memungkinkan anak untuk mulai belajar menyampaikan keinginan dan kebutuhannya dengan kata-kata yang dapat dimengerti orang lain, tidak lagi dengan menangis dan tantrum.

💬Secara umum, anak usia 2 tahun mulai dapat melakukan hal-hal berikut:
· Berbicara dengan kalimat sederhana (2-3 kata). Biasanya berbentuk Subyek + predikat sederhana seperti “Adek bobok”, “Papa brum” (papa naik mobil), “Mama sini”, dsb. Semakin lama, struktur kalimat akan semakin baik, seperti “Adek mau bobok”, “Papa di mobil”, dsb.
· Menunjuk benda atau gambar bila nama bendanya disebutkan
· Mengenali nama orang-orang, benda, dan bagian-bagian tubuh yang familiar baginya
· Bertanya tentang nama benda, “ini apa?”
· Mengikuti instruksi sederhana, misalnya “pakai sepatu” dan “ambilkan gelas”
· Mengulangi kata yang didengar
· Memahami arti gestur/isyarat yang familiar baginya, seperti anggukan (iya, boleh), gelengan (bukan, tidak, jangan), telapak tangan di depan (stop, tos) 
· Menjawab pertanyaan sederhana tentang cerita yang dibaca, misalnya “Nama anak ini siapa ya?”. Atau bercerita tentang kegiatan atau pengalamannya dengan kata-kata sederhana dengan dibantu isyarat.

💬Sedangkan anak usia 3-4 tahun, selain bisa melakukan hal-hal di atas, juga mulai dapat melakukan hal-hal berikut: Baca lebih lanjut

Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Repsot: Perkembangan Bahasa anak usia 0~2 tahun

Perkembangan Bahasa Bayi
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Tiga tahun pertama kehidupan saat dimana otak sedang berkembang dan mematang merupakan periode yang  intensif dalam perkembangan kemampuan bicara dan bahasa bayi. Ketrampilan ini akan berkembang baik melalui suara, hal yang dilihat, paparan yang konsisten yang didapatkan dari pembicaraan dan bahasa orang di sekitar bayi.

Tanda-tanda bayi berkomunikasi terjadi ketika bayi belajar bahwa menangis akan membawa makanan, kenyamanan, dan perhatian. Bayi yang baru lahir juga mulai mengenali suara penting dari lingkungannya, seperti suara ibu atau pengasuh utama. Umumnya pada usia 6 bulan, bayi mulai mengenali suara dasar bahasa utama mereka.
Berikut merupakan capaian perkembangan bahasa bayi:
🐣0-3 bulan
Bereaksi terhadap suara keras
Merasa tenang atau tersenyum ketika ada yang mengajaknya berbicara
Mengenali suara pengasuh utama dan menjadi tenang saat mendengarnya (ketika menangis)
Ketika diberi makan (ASI) mulai atau berhenti menghisap untuk merespon suara
Mengoceh seperti “aah”, “uuh” (cooing) dan membuat suara yang menyenangkan
Memiliki tangisan-tangisan khusus untuk kebutuhan yang berbeda (biasanya tangisan ketika lapar, mengantuk akan berbeda caranya)
Tersenyum ketika melihat bunda atau pengasuh utama
🐣4-6 bulan Baca lebih lanjut

Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Repost: Perkembangan Kognitif Anak 4-6 Tahun

Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-6 Tahun

Usia ini masih termasuk dalam rentang tahap pra-operasional (2 – 7 tahun), dimana kemampuan menerima rangsangan anak masih terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, walaupun pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Namun, perkembangan kognitif (daya pikir) pada masa ini sangat pesat, ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Hal ini terlihat dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat. Sehingga bisa dikatakan bahwa seorang anak membangun kemampuan kognitif melalui interaksinya dengan dunia di sekitarnya.

🎈A. Pengetahuan umum dan sains
1. Mengenal benda berdasarkan fungsi (pisau untuk memotong, pensil untuk menulis) Baca lebih lanjut

Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Repost: Perkembangan Kognitif Anak 2-4 tahun

Perkembangan Kognitif Anak Usia 2-4 tahun

Oleh Chairunnisa Rizkiah, S.Psi

:idea:Perkembangan kognitif adalah perubahan dan kestabilan dalam kemampuan mental (mental abilities), seperti kemampuan belajar, atensi, daya ingat, bahasa, kemampuan berpikir, penalaran, dan kreativitas (Papalia, Olds, dan Feldman, 2009). Kata ‘mental’ mengacu kepada hal-hal yang berhubungan dengan pikiran. Sederhananya, perkembangan dalam aspek kognitif mencakup perkembangan kemampuan seseorang untuk berpikir, memproses informasi, serta menggunakan informasi yang sudah diperoleh.

:idea:Aspek kognitif memiliki peran yang penting dalam perilaku manusia. Kemampuan kognitif juga berhubungan dengan Baca lebih lanjut

Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Repost: Perkembangan Kognitif Anak 0~2 tahun

Perkembangan Kognitif Anak Usia 0-2 Tahun
Hari ini saya akan berbagi mengenai perkembangan kognitif bayi. Tulisan ini merupakan rangkaian dari berbagai sumber yang saya dapat. Selamat membaca.
Kognisi mengacu pada proses dan produk di dalam pikiran yang mengarahkan hingga akhirnya “mengetahui”. Hal ini mencakup semua aktivitas mental seperti menyadari, mengingat, menyimbolkan, mengkategorikan, membuat rencana, menalar, memecahkan masalah, menciptakan, dan mengimajinasi. Menurut Piaget, dua tahun pertama kehidupan berada pada tahap sensorimotor, dimana bayi “berpikir” melalui mata, telinga, tangan, dan semua alat sensorimotornya. 👀👂✋👣👃👅
Berikut merupakan periode perkembangan kognitif bayi 0-2 tahun
🐣Lahir- 3 bulan
Tiga tahun pertama dari kehidupan bayi adalah saat dimana mereka ingin tahu. Capaian perkembangan utama pada periode ini berpusat pada eksplorasi dasar-dasar indera dan pembelajaran mengenai tubuh dan lingkungan. Pada periode ini bayi mulai bisa:
Melihat suatu benda lebih jelas dengan jarak sekitar 13 inci
Fokus kepada objek yang bergerak, termasuk wajah dari pengasuh utama
Merasakan perbedaan nada dan volume
Melihat semua warna dalam spketrum visual
Merespon lingkungannya dengan ekspresi wajah
Mulai memahami bahwa tubuhnya bisa digerakkan
🐣3-6 bulan Baca lebih lanjut

Categories: dapat dari luar, Parenting | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.